PALANGKA RAYA – Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya membuat heboh. Masyarakat sempat menduga terjadi kebakaran di Hotel Aquarius, setelah terdengar bunyi alarm di hotel yang terletak di Jalan Imam Bonjol tersebut. Ternyata kehebohan ini hanya merupakan simulasi yang dilakukan oleh para karyawannya untuk berjaga-jaga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam simulasi pemadam kebakaran dan evakuasi para penghuni itu, para karyawan Hotel Aquarius dibimbing oleh pihak UPT Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Wawan Berlison, mengatakan simulasi itu dilaksanakan atas permintaan memberi apresiasi kepada manajemen Hotel Aquarius yang begitu peduli terhadap keselamatan dan kenyamanan penghuni dan pengunjung.
“Kami dengan senang hati membagi ilmu mengenai fire safety management ke managemen Jotel Aquarius,” kata Wawan.
Ia berharap melalui pelatihan tersebut diharapkan para karyawan Hotel Aquarius lebih cekatan menghadapi musibah yang terjadi tiba-tiba. Apalagi musibah tidak pernah terduga kapan datangnya.
Wawan pun membeberkan sedikit cerita terkait simulasi yang dipandu damkar tersebut. Tiba-tiba saja sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin terdengar bunyi alarm dari lantai dua Hotel Aquarius. Akibatnya, seluruh pengunjung dan penghuni panik dan langsung berhamburan keluar dari dalam kamar. Api berkobar dimana-mana. Asap tebal pun menyelimuti sebagian besar ruangan di dalam hotel yang terletak di Jalan Imam Bonjol tersebut. Kepala Peran Kebakaran Lantai 2 melaporkan kejadian itu kepada Kepala Keselamatan Kebakaran Gedung yang kemudian langsung memerintahkan anouncher untuk menenangkan para penghuni dan pengunjung hotel.
Selanjutnya, Kepala Peran Kebakaran Lantai 2 memerintahkan regu pemadam segera memadamkan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Di sisi lain Kepala Keselamatan Kebakaran Gedung memerintahkan operator menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya. (viv)
Senin, 27 Juni 2011
Damkar Pilih Simulasi di Hotel Aquarius
Diposting oleh
Sevenfold
di
22.14.00
0
komentar
Tekan Kemiskinan di Daerah Pinggiran dengan PPPS
Rencananya Dilaksanakan 2012, Dijatah Tiga Juta Perorang.
PALANGKA RAYA – Untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang masih mendominasi warga pinggiran, Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan Program Pengembangan Pemberdayaan Sosial (PPPS). Bantuan ini semacam dana untuk pemberdayaan ekonomi.
Kepala Dinsos Kota Palangka Raya Drs Supriyanto mengatakan, program PPPS ini dikhususkan bagi warga miskin. “Utamanya warga miskin yang berada di daerah pinggiran seperti Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Rakumpit, dan Sebangau,” bebernya kepada Kalteng Pos, Senin (27/6).
Menurutnya, penyerahan bantuan ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan. Minimal, mereka bisa lebih berkembang dengan dimodali atau dibantu. Namun, dana bantuan lewat program tersebut baru akan dicairkan atau dilaksanakan pada 2012 mendatang.
Bantuan yang berasal dari sharing (berbagi) pusat dari dana APBN ini ditujukan kepada petani miskin. “Kita bantu petani untuk berkembang, satu kelompok Rp30 juta atau perorangnya dijatah sekitar Rp 3 juta,” katanya Supriyanto.
Ia menyebut, adanya keterlibatan campur tangan dari Pemerintah Pusat ini dikarenakan anggaran yang dimiliki Pemko Palangka Raya terbatas. Sejauh ini, pihaknya telah mempersiapkan untuk pelaksanaannya nanti. Salah satunya yakni memberikan bimbingan serta sosialisasi kepada calon penerimanya.
“Kita berharap, 2012 bisa segera terlaksana. Setelah program ini selesai, rencananya kita akan melanjutkan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) nantinya,” pungkasnya. (rya/viv)
Diposting oleh
Sevenfold
di
22.14.00
0
komentar
Pemko Palangka Raya Siapkan Program Green City
HUTAN merupakan unsur paling penting dan wajib dipertahankan oleh manusia terlebih dari pemanasan global yang semakin terasa. Sebab itu, hutan juga terkenal dengan sebutan sebagai paru-parunya dunia.
Dalam rangka mempertahankan hutan, tak hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, pemko juga turut berperan. Salah satunya dengan merancang Program Green City Palangka Raya. Diantaranya program hutan untuk rakyat dan program hutan untuk konservasi.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Palangka Raya Ir Januminro MSi mengatakan, fokus program ini meliputi pengelolaan hutan dan perkebunan. Baik mengenai pengelolaan tata ruang, pemanfaatan lahan, pengelolaan daerah aliran sungai, daerah tangkapan air, sumber daya alam, dan kesiapan daerah dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Diinformasikannya pula, atas tekad pemerintah mempertahankan hutan ini, Kota Palangka Raya juga berhasil menembus Indonesia Govermen Region Aword 2011.
“Kota Cantik dalam penilaian tahap awal saja sudah berhasil menembus 10 besar. Kita targetkan, minimal dalam penilaian terakhir bisa mencapai tiga besar,” ujarnya kepada Kalteng Pos.
Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia SSos MSi juga mengatakan hal yang sama. “Bahkan, tidak hanya menjaga dan melestarikan hutan saja tetapi juga membantu masyarakat dengan memberdayakan hasil Sumber Daya Alam (SDA) setempat,” ujarnya belum lama ini.
Pengembangan hutan kerakyatan ini didasarkan pada topografi daerah dan keinginan masyarakat yang tinggi dalam berkebun, terutama sawit dan karet. Berkenaan soal penebangan hutan, menurutnya memang ada prosedurnya. Bedahalnya bila dilakukan di hutan rakyat berdasarkan ketentuan, tidak akan ada masalah. Sementara untuk legalitas pengelolaannya sebagai hutan kerakyatan bisa didapat melalui surat izin pemeliharaan hutan.
“Adanya hutan kerakyatan justru akan menyelamatkan keberadaan hutan dari pembalakan liar, sebab pemanfaatan hutan dan hasil hutan lebih terkendali dan tidak berlebihan,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya ini.
Pria yang tengah menempuh gelar doktornya ini menambahkan, hutan kerakyatan tidak akan bertentangan. Bahkan jauh sebelum Instruksi Presiden (Inpres) terbit, Pemko sudah berkomitmen menjaga hutan agar tidak gundul. (viv)
Diposting oleh
Sevenfold
di
22.13.00
0
komentar
Musim Liburan Permintaan Tiket Meningkat
PALANGKA RAYA – Bertepatan dengan musim libur sekolah, permintaan dari masyarakat untuk maskapai penerbangan meningkat dari hari biasanya. Kesibukan di Bandara Cilik Riwut yang dipenuhi dengan penumpang, juga Nampak pada Senin (27/6) siang.
Seperti yang diungkapkan oleh Manager Lion Air, Gunawan Sanjaya permintaan untuk penerbangan pada saat liburan cukup tinggi. Peningkatan itu bisa mencapai 20 persen dari hari biasanya. Harga tiket juga tidak ada perubahan.
“Harga tiket tidak ada perbedaan dengan hari biasanya. Kalau hari biasa kita memang open dengan harga paling rendah karena memang permintaan tidak terlalu tinggi,” kata Gunawan.
Namun saat musim liburan, imbuhnya, karena permintaan tinggi jadi harga tiket pun terkesan juga cukup tinggi dan disitu biasanya kelasnya dari kelas rendah (harga paling rendah) sampai kelas tinggi (harga paling tinggi) dialokasikan masing-masing berdasarkan kapasitasnya. Harga ini ditentukan dari pusat.
Gunawan juga menambahkan, kalau mereka tetap membuka kelas paling rendah cuma ada batasannya. Kalau untuk harga tiket tersebut rata-rata sekitar Rp400 Ribu. “Untuk available sheet sampai tanggal 1 Juli tersedia sebanyak 600 lebih, dan tiket untuk sudah terpesan penuh hingga tanggal 30 Juni mendatang. Dengan permintaan yang semakin meningkat, kebanyakan orang merasa harga tiket juga meningkat, padahal tidak. Harga pada dasarnya kami tetap memakai tarif normal. Jadi kelihatannya saja yang lebih mahal,” tutup Gunawan. (dep/viv)
Diposting oleh
Sevenfold
di
22.12.00
0
komentar
Kamis, 09 Juni 2011
Perhatian Pemda ke Sekolah Swasta Minim
PALANGKA RAYA - Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalteng Krisnayadi Toendan menilai, perhatian pemerintah daerah (pemda) setempat terhadap sekolah swasta masih sangat minim. "Perhatian pemda untuk sekolah swasta sangat minim. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya siswa sekolah swasta yang ada di kawasan setempat tidak lulus ujian nasional," kata Krisnayadi, baru-baru ini.
Menurutnya, pemda jangan hanya memperhatikan sekolah negeri, sebab sekolah swasta juga turut serta membantu dunia pendidikan di kawasan setempat. Khususnya untuk memberikan pelajaran kepada para siswa yang tidak bisa ditampung oleh sekolah negeri.
"Kami berharap Pemda tingkat kabupaten/kota dan provinsi bisa lebih membantu sekolah-sekolah swasta kecil yang ada di kawasan masing-masing. Misalnya dengan membentuk program tenaga bantu guru sertifikasi untuk mengajar di sekolah tersebut," ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, program pembinaan terhadap para guru juga perlu. Sebab sangat jarang guru sekolah swasta mendapatkan pelatihan dari Pemda setempat.
"Program lain yang kami rasa perlu juga, Pemda seharusnya memberikan bantuan soal ujian percobaan untuk sekolah swasta sebelum menghadapi UN (Ujian Nasional, Red)," ungkapnya.
Pihaknya yakin, apabila program untuk memberikan perhatian kepada sekolah swasta tersebut bisa dilaksanakan, maka tingkat kelulusan UN di kawasan setempat akan lebih baik dari sekarang. Sehingga tujuan pemerintah dalam meningkatkan dunia pendidikan akan tercapai.
Sementara itu, pihaknya juga mengajak kepada Pemda masing-masing kabupaten/kota setempat untuk bekerjasama untuk membentuk program terkait peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu. Pihaknya siap memaparkan program-program yang sudah disusun oleh LPMP saat ini dan diharapkan pemda juga bisa membantu untuk pelaksanaannya agar hasil yang didapat bisa maksimal.
"Kalau ingin meningkatkan mutu pendidikan di Kalteng harus dimulai dari pemimpin sekolahnya, namun para tenaga pengajar juga harus terus diberikan pelatihan dan materi untuk mengingkatkan dan mengembangkan pengetahuan para guru dalam dunia pendidikan terutama yang berada di daerah terpencil.
Diposting oleh
Sevenfold
di
20.02.00
0
komentar
Hari Ini, Sasaran Kebersihan di Pasar Kahayan
Camat dan Lurah Diminta Proaktif Ajak Warganya
PALANGKA RAYA – Seperti kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kali ini mengadakan gerakan kebersihan yang berlokasi di Pasar Kahayan. “Besok (hari ini, Red) kita menyelenggarakan kegiatan gotong royong di lokasi Pasar Kahayan. Kegiatan meliputi senam, membersihkan sampah serta drainase yang ada. Gerakan kali ini tidak seperti biasa, karena menyambut dan menyemarakkan HUT Kota Palangka Raya,” kata Kabid Pelestarian Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palangka Raya Emi Ambriyani ketika ditemui wartawan, Kamis (9/6).
Terlepas dari itu, BLH Kota Palangka Raya selaku koordinator kegiatan ini juga selalu melakukan kerjasama dengan Dinas Pasar dan Kebersihan(Dispankeb). Salah satunya yakni melalui himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan melalui media masa.
Membenarkan pernyataan tersebut, Kepala Dispankeb Kota Palangka Raya Manuel Notanubun juga menegaskan agar masyarakat ikut terlibat. “Jangan hanya jadi penonton, tetapi mari sama-sama ikut berpartisipasi,” ujarnya melalui via telepon.
Lebih lanjut dikatakannya, sejauh ini beberapa pihak sangat menyangkan partisipasi warga yang masih sangat minim. Lanjutnya, tidak hanya terfokus pada hari jumat saja, tetapi setiap saat warga bisa memperhatikan lingkungannya.
Ia menambahkan, kegiatan gerakan kebersihan ini antara lain meliputi membersihkan saluran drainase, tong sampah, dan penyebab kekotoran lainnya. Meskipun Pemko memiliki program Jumat Bersih, tetapi warga bisa melakukan setiap saat berembuk bersama lingkungan sekitar membuat gerakan yang sama.
Diposting oleh
Sevenfold
di
19.58.00
0
komentar
Desain Bangunan Walet Menarik dan Elegan
PALANGKA RAYA – Guna mewujudkan Kota Palangka Raya yang terencana dan tertata, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng membahas secara khusus siteplan Kota Cantik. Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia SSos MSi didampingi Sekretaris Daerahnya Ir Sanijan Tombak CES mengatakan, perencanaan perlu dimatangkan sebelum dilaksanakan.
Dalam rapat yang dilangsungkan bersama utusan Pemprov Kalteng tersebut, Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pertamanan Adirama Bahan memaparkan secara gamblang perencanaan pembangunan Kota Cantik. Dalam siteplannya, Adirama menyampaikan lokasi-lokasi rencana penataan serta bangunan baru yang mengusung tema green city.
“Kita akan tetap mempertahankan hutan sebagai icon kota. Bukan menanam kembali, tetapi mempertahankan hutan serta tanaman yang ada sebagai produk kebanggaan Kota Palangka Raya,” ungkap Adirama.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rencana Pemko Palangka Raya menata lokasi flamboyant. Selain itu, berkenaan maraknya pembangunan walet, pemerintah juga menyiapkan desain yang menarik dan elegan.
“Sebelum penetapan perda bersama dewan nanti, kita juga menyiapkan desain bangunan wallet yang mewah. Sekilas tidak tampak seperti bangunan wallet, melainkan bangunan yang menarik untuk dinikmati siapa saja,” ucapnya dengan optimis. Sebab itu, pihaknya bersama-sama akan mengawal jalannya penetapan perda tersebut dengan seksama dan fokus.
Diposting oleh
Sevenfold
di
19.55.00
0
komentar